Buat kamu yang capek disuruh milih — ikhlas total atau nyimpen kecewa selamanya. Padahal dua-duanya boleh ada bareng, dan itu nggak bikin kamu durhaka.
Islam nggak pernah minta kamu berpura-pura semua baik-baik saja. Berbakti dan merasa terluka bisa ada di tempat yang sama — dua-duanya boleh jujur, tanpa harus saling menghapus. Pertanyaannya bukan "kenapa aku masih sayang, padahal dia yang nyakitin aku duluan" — tapi gimana caranya dua perasaan itu boleh sama-sama ada, tanpa kamu harus milih salah satu.
Kalau satu aja kerasa familiar — kamu nggak lagi sendirian mikirin ini.
Satu malam, ngobrolin gimana caranya tetap sayang sama orang yang pernah bikin kamu sakit hati — tanpa harus pura-pura semuanya udah selesai.
Memahami kenapa dua perasaan itu bisa hidup berdampingan tanpa saling menghapus — dan kenapa itu nggak bikin kamu durhaka.
Ngobrolin gimana cara orang tua memperlakukan kita dulu, tanpa kamu sadari, ikut membentuk cara kamu berelasi sekarang.
Langkah konkret buat mulai mencintai lagi orang yang pernah menyakitimu — tanpa menyangkal luka, dan tanpa harus menunggu dia minta maaf duluan.
"Baru sadar, ternyata boleh ya masih sayang orang tua walau masih ada rasa kecewa yang belum selesai. Selama ini kayak dipaksa milih salah satu."
"Ngena banget buat aku yang masih diem-diem berharap direstuin sepenuh hati. Semoga Ustadz Hanan sehat selalu, ditunggu episode berikutnya."
وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
"...dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.'" — doa ini tetap boleh kamu ucapkan, bahkan di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh.
Daftar #KataUHA 41 →