Setiap hari rasanya cuma ngejar deadline, meeting, dan kerjaan yang nggak ada habisnya. Belum selesai yang satu, udah muncul lagi yang berikutnya.
Di kantor harus tetep profesional, sampe ke rumah harus tetep jadi andalan.
Kadang pengen istirahat. Tapi langsung kepikiran, “Kalau aku berhenti, nanti siapa yang ngurus semuanya?”
#kataUHA kali ini bersama Ustadz Hanan Attaki, kita akan belajar memahami rasa lelah dari sudut pandang Islam. Bukan supaya kamu lari dari tanggung jawab. Tapi supaya kamu tetap bisa jalan, tanpa harus habis di tengah jalan.
✅ Beban kerja numpuk terus-terusan, gak pernah dikasih jeda
✅ Udah kerja keras tapi apresiasi minim dan lingkungan kerja toxic
✅ Harus tetap “kuat” dan keliatan baik-baik aja bukan soal pilihan, tapi tuntutan
✅ Gak berani resign, protes, atau ambil cuti karena masih jadi tulang punggung
Kamu ada di halaman yang tepat karena kali ini lewat #kataUHA eps. 40, kita akan belajar dan bahas bareng “Udah Nggak Kuat, Boleh Nyerah?”
🟢 Ruangan interaktif untuk saling mendengar, belajar dan saling menguatkan bareng-bareng.
🟢 Pendekatan yang lembut dan realistis, bukan tuntutan tambahan.
🟢 Ruang aman buat ngobrol, curhat dan bertanya langsung kepada Ustadz Hanan Attaki.
🟢 Insight real, yang nggak menggurui.
Bonus Sebelum KataUHA Dimulai
Sebelum KataUHA 39 hadir, kamu bisa ikutan dulu Kajian Online GRATIS bareng Raden Prisya
“Menjinakan Overthinking”
Kalau kamu lagi belajar berdamai dengan overthinking, sesi ini buat kamu.
Mau Ikut KataUHA sekarang
📅 Selasa, 04 Agustus 2026
⏰ 19.40 – Selesai
🖥️ 🔴 Live di Youtube Private + Zoom Meeting Terbatas
Di KataUHA 40 ini, kita bahas pertanyaan-pertanyaan yang sering kamu simpan sendiri, tentang identitas, pilihan, ketakutan, dan harapan, dengan pendekatan yang membumi, dan relevan.
Deadline belum kelar, udah muncul lagi yang baru. Di kantor harus tetep profesional, di rumah harus tetep jadi andalan — sampai lupa gimana rasanya berhenti sebentar aja tanpa mikirin siapa yang bakal nanggung semuanya.
Daftar #KataUHA 40 →Islam nggak pernah nyuruh kamu jadi satu-satunya sandaran. Ada Allah yang lebih dulu jadi tempat bergantung, sebelum siapapun mengandalkan kamu. Yang sering ilang bukan kekuatan kamu — tapi izin buat percaya, semua bisa tetap jalan meski sebentar kamu nggak ada.
Satu malam, ngobrol jujur soal capek jadi andalan yang selama ini kamu pendam sendirian.
Memahami kenapa kamu juga butuh tempat bergantung, bukan cuma jadi tempat orang lain bergantung.
Nggak semua yang kamu rasa jadi bebanmu, benar-benar tanggung jawab kamu sendirian.
Langkah konkret buat bilang "aku capek" — ke diri sendiri dulu, baru ke orang-orang yang selama ini gantungin kamu.

Ilmunya related banget sama posisi aku sebagai tulang punggung keluarga. Semoga Ustadz Hanan sehat selalu, ditunggu episode berikutnya!
Sesudah kesulitan, selalu ada kemudahan. Kamu nggak harus nunggu sampai bener-bener runtuh dulu buat berhenti sejenak dan minta bantu.
Daftar #KataUHA 40 →